This is an outdated version published on 2023-05-31. Read the most recent version.

RESOLUSI KONFLIK KEAGAMAAN GENERASI MUDA (STUDI TERHADAP STRATEGI GENERASI MUDA JAWA TENGAH DALAM MERAWAT KERUKUNAN)

Authors

Dr. H. Iman Fadhilah, M.SI.
Imam Khoirul Ulumuddin, M.Pd.I.
Nur Rois, M.Pd.I.
Aris Abdul Ghoni, M.Pd.

Synopsis

Synopsis

Dari satu sisi sudut pandang, keberadaan konflik menjadi niscaya. Bahkan konflik yang bernuansa Agama. Meski, faktor penyebab konflik keagamaan sangat variatif, ada yang bersifaaat kegamaan itu sendiri dan non keagamaan yang setelah itu menyeret isu agama kedalamnya. Aspek non keagamaan dapat berbentuk ekonomi, politik, hukum/ kebijakan, pemberitaan media masa. Sedangkan kalau di amati dari aspek agama, konflik dapat saja terjadi sebab di picu oleh, pembangunan tempat ibadah, syiar kebencian agama( hate speech), penyiaran agama kepada kelompok yang telah memiliki agama, aliran non mainstream yang merupakan sempalan, dan kebijakan bidang agama yang dikira meresahkan penganut agama tertentu.

Kehadiran Generasi dalam merawat kerukunan di Jawa Tengah mampu mengambil peran penting yang selama ini tidak terjangkau oleh ‘aktifis senior’. Kiprah beberapa tokoh muda juga nampak sangat kontributif, seperti apa yang dilakukan di Kota Semarang, Solo-raya, Wonosobo, Tegal dan lain-lain. Upaya-upaya menyemai terhadap kerukunan dan hidup damai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktifitas keseharian mereka. Ini yang bagi peneliti menarik utk di kaji. Spirit, harokah, dan derap langkah dalam membangun upaya damai dalam situasi Jawa Tengah yang plural, bahkan sisi lain, menjadi “sarang berkembangbiaknya radikalisme” menjadi titik fokus yang layak untuk di teliti. 

Deskripsi di atas menunjukkan bahwa ada ghirah, motivasi, dinamika, dan gerakan membangun dan memeliharan kerukunan antarumat beragama pada level pemuda. Karenanya penelitian ini diharapkan mempunyai signifikansi pada tataran praktis dan kebijakan dalam rangka meminimalisir konflik atau potensi konflik di kalangan masyarakat bawah. Dengan demikian, diaharapkan para pemuda lintas agama khususnya dan masyarakat Jawa Tengah  mempunyai pemikiran keagamaan yang inklusif sehingga menghargai perbedaan, toleran, dan menyemaikan kedamaian dan kerukunan.

Beberapa hal yang menjadi pertanyaan penelitian ini adalah 1). Mengapa terjadi konflik yang bernuansa Agama? 2). Apa saja  kasus-kasus konflik keagamaan yang terjadi di Jawa Tengah? 3). Bagaimana resolusi konflik yang dilakukan oleh Generasi Muda dalam upaya merawat kerukunan di Jawa Tengah?

Secara metodologis penelitian ini termasuk dalam lingkup penelitian lapangan (field research), menarasikan konflik bernuansa agama yang terjadi, dengan berbagai variasinya, serta upaya-upaya resolusi apa saja yang dilakukan oleh Generasi Muda di Jawa Tengah dalam menyelesaikan konflik tersebut.  Karena itu data penelitiannya bersumber dari bahan lapangan, dokumentasi, inventarisasi kasus, wawancara, yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Pertama, Konflik bernuasa agama masih terjadi di Jawa Tengah salah satu sebabnya adalah belum adanya kedewasaan dalam beragama, minim pelibatan generasi muda dalam menyemai kerukunan dan narasi toleransi. Kedua, Kasus-kasus konflik keagamaan di Jawa Tengah masih berkutat pada diskriminasi antar penganut agama, pelayanan publik, dan ketidakadilan aksesbilitas sumber ekonomi. Ketiga, Resolusi konflik yang dilakukan oleh generasi Muda dalam upaya merawat kerukunan di Jawa Tengah dilakukan melalui gerakan sipil. Organisasi seperti YPK Elsa Semarang, Pelita Semarang, GM FKUB Jateng, Islam Santun dan Laboratorium Kebhinekaan Wonosobo mampu menawarkan solusi-solusi, salah satunya dengan menanamkan kedewasaan beragama.

Published

May 31, 2023

Versions